Bagian Pertama
"Semua siswa, kedepan." Pak Manda memulai hari ini dengan bau-bau razia. "Yang putra di sebelah kanan, Putri sebehlah kiri."
Ketua kelas, yang tak lain tak bukan adalah Dita, diberi amanah untuk memeriksa badan setiap siswi. Barangkali ada yang menyembunyikan sesuatu di tempat gelap yang ada di tubuh mereka, saku.
Flika baris di bagian paling belakang, namun Pak Manda menyuruh Dita untuk mendahulukan Flika.
"Ah, Pak. Nggak akan macem-macem dia mah. Mentok-mentok tato teh sisri."
Meskipun begitu, Flika tetap diperiksa, dan lolos.
√
Esoknya, Tiana, teman sebangku Flika memasang muka mesem-mesem. Macam belum dapet asupan bergizi.
"Kenapa lo?" Tanya Flika pada Tiana, teman sebangkunya, yang terlihat melamun sejak jam pelajaran Fisika dimulai satu jam lalu.
Hampir semenit, Tiana tampak masih enggan menjawab pertanyaan Flika. Yang bertanya hanya mendengus kesal, mungkin masalah pribadi, pikirnya.
"Kemaren pas razia gue nemu sempak, jijik." Ucap Tiana, seakan-akan tahu isi pikiran Flika.
"Hng," Flika tersenyum kikuk, bingung mau memberi respon bagaimana. Ternyata itu. Lah, gue kemaren nemu roti b aja.
"Di kresekin nggak?" Flika malah penasaran.
"Enggak, njir. Banyak lagi, nggak cuma satu."
Tiana tampak masih shock.
"Raha!" Fiah yang duduk di meja paling depan berteriak sambil cekikikan. Tangan kanannya tampak mengibarkan benda berbentuk segitiga dan terdapat tiga lubang. Berwarna hitam.
Sebuah sempak.
Si cowok yang disebut-sebut punya muka pejabat mendelik,
"Itu kancut gue," katanya dengan tidak semangat.
Terjadilah peristiwa sempak-melayang di kelas itu.
Dada Flika bergetar. Eh tunggu, itu ponselnya.
"Ter, dipanggil Pak Mara. Katanya mau ngomongin lomba cerdas cermat IAS." Suara Andromedha menggema mengisi pikiran Flika yang kosong.
Hanya orang-orang terdekat yang memanggil Flika dengan sebutan 'Oster,' termasuk teman sekelas dan kerabat terdekat. Selain itu, ia tidak mengizinkan orang lain menggunakan panggilan itu.
"Kamu dikelas? Mau dijemput?"
Klik. Sambungan dimatikan sepihak.
Teman sekelas Flika, yang bernama Adit, selalu berkata; cowok jaman sekarang kalo nggak playboy ya homo.
Jangan menyangka Andromedha adalah laki-laki yang normal namun playboy, tidak.
Flika diputuskan oleh Andromedha , setelah satu tahun pacaran, karena cowok itu mulai menyukai seseorang yang cara pipisnya sama dengan dirinya.
Cerita mereka memang macam novel remaja-dewasa yang gagal terbit.
ada nama gue tuh<3
BalasHapusHEY HEY HEYYYY
BalasHapuskunjungi blog saya https://dinanidd.blogspot.co.id/
BalasHapus